PENGERTIAN CUACA EKSTREM
- Senin, 07 Mar 2022, 01:25:35 WIB

Gunungkidul, 5 Maret 2022. Terdengar alunan suara gamelan nan syahdu mendayu serempak mengikuti arahan sang pelatih karawitan. Sebuah kejutan, para penabuh gamelan adalah teman - teman disabilitas fisik dan orangtua anak disabilitas cerebral palsy juga perempuan dari kelompok rentan. Mereka terbentuk dalam satu grup karawitan yg bernama LARAS MITRA.
Mereka berasal dari beberapa Kapanewon diantaranya Nglipar, Semin, Playen,Semanu, Patuk dan Ponjong. Jarak lokasi latihan dari rumah yg cukup jauh serta keterbatasan fisik tidak menyurutkan semangat mereka untuk rutin berlatih setiap hari Sabtu pukul 13.00 WIB di Kalurahan Nglipar. Walau belum ada fasilitas gamelan untuk latihan, dan hanya meminjam seperangkat gamelan yg ada di Kalurahan Nglipar tapi Laras Mitra punya impian besar melestarikan budaya leluhur dan menunjukkan bahwa disabilitas juga bisa melakukan kegiatan yg sama seperti yg di lakukan masyarakat umum lainnya agar tercipta inklusifitas di lingkungan masyarakat sehingga tidak ada seorangpun yg di tinggalkan (No one leave behind) semua orang bisa berpartisipasi dalam semua kegiatan.
Hardiyo selaku ketua Pusat Pemberdayaan Disabilitas Mitra Sjahtera (PPDMS) Gunungkidul mengatakan bahwa cita - cita untuk membentuk grup karawitan ini sudah ada sejak lama, dan alangkah bahagianya beliau pada bulan Februari 2022 mulai terbentuk Laras Mitra. Semoga dengan adanya kegiatan seperti ini, teman - teman disabilitas bisa mengembangkan bakat seni yg terpendam dan semoga bisa menjadi salah satu matapencaharian juga. "Tidak ada yg tidak mungkin jika kita mau berusaha untuk meraih prestasi apapun. Semua tergantung niat dan semangat dari diri masing- masing orang" ucap Hardiyo memberikan semangat kepada teman - teman disabilitas yg sedang berlatih menabuh gamelan.
"Laras Mitra"