PENGERTIAN CUACA EKSTREM
- Senin, 07 Mar 2022, 01:25:35 WIB

Para siswa di SD Negeri Grogol IV, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul kini lebih memahami bagaimana kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman bencana disekitarnya. Kesadaran tersebut muncul setelah para siswa mengikuti kegiatan Inklusif Learning-Disaster yang dilakukan oleh Pusat Pemberdayaan Disabilitas Mitra sejahtera (PPDMS) pada Jum’at 25 Oktober 2024.
Melalui kegiatan tersebut para siswa dan tenaga kependidikan diberikan wawasan seputar ancaman bencana, kesiapsiagaan mengahadapi bencana, pengetahuan tentang disabilitas dan kelompok rentan serta bagaimana berinteraksi dengan disabilitas. Awalnya para siswa canggung berinteraksi dengan fasilitator PPDMS yang beberapa merupakan disabilitas. Namun setelah para fasilitator PPDMS memperkenalkan diri dan mulai memberi wawasan kebencanaan, para siswa mulai paham bahwa seorang disabilitas ternyata juga mampu berbagi pengetahuan. Saat itulah suasana mulai cair. Para siswa semakin peduli terhadap kelompok rentan khususnya disabilitas, setelah mereka diajak bermain peran sebagai seorang disabilitas dan berkesempatan menggunakan alat bantu disabilitas.
Di akhir sesi, siswa diajarkan praktek alat edukasi Putar Tepat Cari Selamat (PUTPAT CAMAT). Alat edukasi pengetahuan seputar kebencanaan dan pengetahuan umum tersebut dapat dimainkan bersama-sama oleh siswa baik di dlam ruangan maupun di luar ruangan. Alat edukasi tersebut merupakan salah satu media pendidikan bencana yang dikembangkan oleh PPDMS Kabupaten Gunungkidul melalui Ide Inovasi Aksi Inklusi (IDEAKSI) Program CLIP “Community Led Innovation Partnership" oleh YAKKUM Emergency Unit (YEU). Misi Program CLIP adalah mengatasi hambatan bagi difabel dan kelompok rentan lainnya dalam berpartisipasi secara aktif, serta memiliki kapasitas dalam tanggap bencana dan kesiapsiagaan dan meningkatkan efektivitas tanggap kedaruratan dan inisiatif pengurangan risiko bencana (by:amn).